| |

bismiilahirahmanirrohim

Didalam kehidupan ini adakalanya kita mengalami suka,duka,cinta, kecewa,marah, sedih, mendapatkan sesuatu,luput/ kehilangan akan sesuatu dan sebagainya.Yang jika tidak kita sikapi dengan Mengingat Allah,maka kotorlah hati ini, sehingga yang akan dominan adalah sikap dan sifat yang negatif terhadap semua kejadian tersebut.

menanggapi hal- hal tersebut diatas.ada 2 hal yang dapat menjadi penyembuh sakitnya hati, diantara sekian banyak obathati:”sifat penolong dan pemaaf”

—-sifat penolong—-
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari kebutuhan hidup begitu banyak, bila kita tidak merasa”cukup” dan bersyukur maka kebutuhan itu/ keinginan’tak akan ada henti- hentinya.Materi yang didapat tak akan pernah cukup, kalau sudah begitu, apa pernah terpikir mau membantu/ menolong orang lain, istilahnya:”kebutuhan kita saja banyak, dan belum semua terpenuhi, boro-boro mau nolong oranglain !”.

sadar ngga sadar mungkin banyak/ada bisikan2 seperti itu memenuhi kepala kita, padahal diatas langit ada langit, dibawah langit ada langit…nah loo maksudnya apa nich….

ya kebutuhan ngga akan pernah ada tamatnya, kecuali “mati”, nungguin semua kebutuhan terpenuhi, lalu kapan kita akan menolong oranglain?”bisa- bisa nauzubilabinzalik jadi orang yg kikir plus medit

padahal saat- saat ternikmat adalah”kita dapat menolong oranglain disaat kita sendiri sebenarnya membutuhkan” menolong disaat kesempitan lebih terasa nikmatnya daripada menolong disaat lapang?kenapa?! karena tentu kita harus ngelawan hawa kikir kita sendiri, harus mengedepankan rasa ikhlas kita,mau berkorban utk kebutuhan oranglain disaat sebenernya kita sendiri:”susah”.atau pas2an/memerlukan.

yang paling baik adalah bisa menolong oranglain disaat lapang dan sempit…berarti itulah karakter baik yang sudah terbentuk dan patut disyukuri, karena tak sedikit pula orang semakin kaya tetapi semakin lupa pada saudara2nya sesama hamba Allah.Tapi kalau diberi kelapangan plus juga suka beramal berarti lebih harus banyak- banyak bersyukur karena tak semua orang berkesempatan seperti itu.

ada sebuah cerita:”suatu hari seorang ibu-ibu pergi kepasar, Sesampainya dipasar ia bertemu dengan bapak-bapak tua yang berjualan madu plus kecap dengan dimasukkan didalam 2 keranjang belanjaan,berjalan dari ujung pasar yang satu keujung pasar yang lain. Dan si ibu ini secara tak sengaja mengamatinya.Tampaknya belum ada yang laku jualan si bapak tua,beberapa saat bapak itu lewat lagi didepan siibu tersebut, dan akhirnya si ibu bertanya:”jualan apa pak?”
yg ternyata jualan madu dan kecap…tapi lucu jualannya suaranya ngga kedengeran, kapan lakunya?hehe,,,rezeki Allah siapa yg tau?

akhirnya si ibu itu membeli madu+kecap dari sibapak tua tsb…(padahal suami si ibu tsb bekerja di tempat grosiran madu).

separoh dari uang yang dibawa ibu itu habis utk beli madu, padahal harusnya beli minyak goreng yg sudah ludes.Tapi tahukah?ternyata menolong orang itu membahagiakan sekali.terbayang dipelupuk mata si ibu itu yg jika nanti sibapak tua kembali kerumah, istri tercinta akan bertanya:”bgmn pak, laku ngga pak dagangannya?ada yg beli ngga?”. Maka bila si bapak berkata:”Alhamduliilah laku segini bu”dengan wajah berseri2…akhirnya dari pertolongan yang tak seberapa berserilah 2 wajah saudara nya”…ya mungkin perasaan2 seperti itu yang tak bisa dinilai dengan harta, ketika melihat oranglain bahagia kita ikut bahagia,apalagi saat kita bisa menolong walaupun secara tak langsung…serasa jadi orang kaya karena diberi kesempatan menolong,walaupun sebenarnya hidup pas-pasan.

Semua akan kembali pada Allah.

untuk tulisan tema pemaaf, bersambung….

jogyakarta. 290109
ditulis oleh obat@jaib

0 komentar:

Posting Komentar